Tresna be Liwat, Debut Alcoust di Kancah Musik Pop Bali

Grup musik yang didukung personel belia, Alcoust, akhirnya merilis single perdana mereka. Satu lagu berjudul “Tresna be Liwat” siap menghibur penggemar lagu pop Bali dari berbagai generasi. Lagu ini menjadi awal perkenalan dari Alcoust, yang akan merilis beberapa lagu lagi ke depannya.

“Tresna be Liwat” merupakan single berbahasa Bali, menceritakan kisah cinta anak muda pada umumnya. Kisah seorang remaja putri yang rela melepas pacarnya dan memintanya untuk melupakan kisah cinta mereka karena tiadanya kesesuaian lagi.

Awalnya, lagu berirama slow rock, ini muncul secara spontan dari senandung personel Alcoust. Merasa lagu ini cocok dimainkan dan bagus juga jika bisa direkam, mereka pun meminta bantuan musisi asal Karangasem, Gus Lendjoe untuk membantu membuatkan lirik lagu. Sedangkan penggarapan music dipercayakan kepada Donnie Lesmana, gitaris grup band Lolot. Kelar urusan rekaman, video klip langsung dikebut penggarapannya di bawah arahan videographer Andy Duarsa Berbekal secuil pengalaman yang bermusik yang telah dilalui, kini Alcoust siap menerima tantangan dalam bermusik sekaligus memperluas wawasan dan menambah pengalaman.

Mereka berharap nantinya karya mereka dapat dinikmati oleh semua kalangan. Selain itu mampu menginspirasi remaja lain agar menggali bakat dan minat masing-masing, dan selalu melakukan hal positif demi masa depan. Alcoust dibentuk 18 November 2018, bermula dari tawaran untuk mengisi acara live music di salah satu pusat perbelanjaan di kota Denpasar. Adalah Amanda (pemain bass), dan Chaca (gitaris) yang semangat mendapat kesempatan baik ini. Karena belum percaya diri, mereka pun merangkul vokalis bernama Krisna, dan pemain cajon, Ryan.

Nama Alcoust dipilih karena mereka sepakat memainkan berbagai genre musik dengan format akustik. Selepas acara tersebut, Alcoust sempat mengalami pergantian personel, hingga kini mereka solid dengan formasi Gek Mirah (vokal), Chaca (gitar 1), Visnu (gitar 2) dan Amanda (bass).

Ketika banyak kesempatan mengisi acara atau manggung yang hilang atau batal gegara pandemi Covid-19, personel Alcoust tidak tinggal diam. Mereka malah punya kesempatan untuk menggarap lagu ciptaan sendiri. Proses menggali ide, bahkan kolaborasi dilakukan jarak jauh. Hingga sebelum merilis rekaman sendiri, mereka sempat mengikuti lomba aransemen jingle salah satu brand kopi dalam kemasan yang videonya diunggah melalui Instagram. Di luar dugaan mereka berhasil memenangkan dua kategori sekaligus, Juara II dari 110 peserta (kategori juara ini ditentukan oleh Juri Nasional dari Jakarta) dan Juara favorit yang ditentukan oleh personel band Lolot.

Lagu “Tresna be Liwat” menjadi salah satu karya yang dihasilkan Alcoust di sela-sela kegiatan belajar secara online dari rumah. Hingga saat ini sudah ada tiga lagu yang dirampungkan, namun akan dirilis satu per satu. Proses penggarapan ketiga single ini tak lepas dari peran Donnie Lesmana, gitaris Lolot yang juga orangtua salah satu personel, yang memperkenalkan proses mulai dari menulis lagu hingga rekaman.

Bagi segenap personel Alcoust, masa muda adalah masa belajar. Bukan berarti anak muda selalu belajar dengan buku-buku dan teori-teori belaka. Aspek lain dari pembelajaran terutama mengenali potensi diri bisa dilakukan melalui aktivitas bermusik. Dari musik, mereka belajar banyak hal. Di samping mengasah keahlian dalam memainkan alat musik yang digemari sebagai hobi, juga menggali bakat dan potensi diri, rasa percaya diri dan membangun kepercayaan dengan menjaga profesionalisme dan komitmen. Alcoust adalah nama yang mencerminkan proses belajar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
0
Share