Merayakan Hari Musik Nasional, Prisindo Umumkan Distribusi Royalti Tahunan

Hari ini (9/3) merupakan Hari Musik Nasional. Ini menjadi momentum yang bersejarah bagi musisi tanah air. 9 Maret disepakati menjadi Hari Musik Nasional karena diambil dari hari kelahiran maestro WR Supratman yang memiliki jasa dan kontribusi yang luar biasa bagi permusikan Indonesia. Musik dari tahun ke tahun terus bervolusi mengikuti perkembangan zaman. Dari formatnya hingga genre yang sedang digandrungi pada saat itu. 

Bertepatan dengan hari Musik nasional, Prisindo yang merupakan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) mengumumkan distribusi royalti tahunan pada seluruh anggotanya yang merupakan musisi dan penyanyi yang memiliki karya rekam dibawah naungannya.

Marcell Siahaan, selaku Ketua Umum Prisindo mengatakan “royalti yang dibagikan bukan berasal dari penjualan lagu musisi atau penyanyi baik secara digital maupun fisik, namun berasal dari performing rights atau hak untuk mengumumkan karya ke ranah publik” 

“ketika sebuah karya rekam diperdengarkan untuk kepentingan komersial seperti di karaoke dan restoran, maka para pengguna tersebut wajib membayar royalti performing rights pada tiga pemilik hak” lanjutnya 

Berdasarkan UU no. 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, terbentuklah dua jenis Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) untuk mengelola dan mendistribusikan royalti performing rights : Royalti untuk pencipta lagu diurus oleh LMK Hak Cipta, dan royalti untuk musisi/penyanyi yang merekam lagu tersebut beserta produser yang merilis lagu tersebut diurus oleh LMK Hak Terkait.

Dilansir dari Billboard INA, dari royalti yang didistribusikan Prisindo tahun ini, tercatat ada lima nama penyanyi yang menerima royalti terbesar, yaitu Via Vallen, Anji, Judika, Iwan Fals dan Cita Citata. Adapun, lima band yang tercatat mendapat royalti terbesar ialah Armada, Noah, Ungu, Seventeen dan Naff. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Total
0
Share